Kista Ovarium pada Ibu Hamil

Kista Ovarium pada Ibu Hamil – Sekitar 1 dari 1000 wanita bisa mengembangkan kista ovarium selama masa kehamilan. biasanya kista ini terjadi pada trimester pertama (1-12 minggu), atau bisa juga pada trimester kedua (13-28 minggu).

Kista Ovarium pada Ibu Hamil

Meskipun hal ini dapat menyebabkan beberapa kekhawatiran bagi sang ibu, namun penting untuk di ingat bahwa pada sebagian besar kasus, kista ini tidak menimbulkan gejala, dan sang ibu ataupun janin tidak berada dalam bahaya.

Faktanya, kebanyakan kista ovarium yang berukuran kurang dari 5 cm tidak terjadi masalah selama masa kehamilan dan akan sembuh dengan sendirinya secara alami sebelum atau segera setelah melahirkan.

Namun, jika ukuran kista lebih dari 12 cm, maka perawatan penting dilakukan untuk mencegah masalah serius yang bisa mempengaruhi kehamilan. begitu pula dengan kista yang berukuran antara 5 – 10 cm, perawatan tetap kontroversial dan risiko komplikasi kehamilan yang muncul akibat kista yang pecah dengan pembedahan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.

Gejala

Gejala kista ovarium pada ibu hamil cenderung sama seperti pada wanita yang tidak hamil. gejalanya bisa berupa nyeri panggul, kram, kembung, dan terasa sakit saat berhubungan seksual.

Kemungkinan beberapa wanita mengira bahwa gejala tersebut merupakan gejala kehamilan, terutama bagi wanita yang sedang mengalami kehamilan pertamanya.

Masalah utama kista selama masa kehamilan adalah kemungkinan mereka bisa tumbuh membesar dan pecah atau terplintir (torsi ovarium).

Risiko torsi ovarium akan meningkat jika wanita tersebut di diagnosis dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS). selain itu, risiko torsi ovarium ini juga meningkat 5 kali selama kehamilan dan bisa terjadi pada 5 per 10.000 kehamilan.

Kista yang pecah atau terplintir dapat menyebabkan sakit mendadak yang sangat parah, bahkan bisa sampai menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Ini hanya menjadi masalah potensial jika kista tumbuh hingga 6 cm atau lebih besar.

Pantauan dan Perawatan

Begitu ada potensi kondisi serius yang dikesampingkan, dokter kandungan wanita akan terus memantau kista, mencatat lokasi, ukuran dan jumlahnya.

Jika kista tidak tumbuh atau bertambah besar, maka kemungkinan pengobatan tidak perlu di lakukan.

Dengan adanya teknik pencitraan seperti USG resolusi tinggi, MRI dan Doppler warna transvaginal, pengelolaan kista ovarium menjadi lebih mudah. baca selengkapnya tentang Kista Ovarium

Pengobatan Alternatif

Bagi anda yang mengalami masalah kista ovarium pada saat hamil, pengobatan bisa dilakukan dengan mengkonsumsi QnC Jelly Gamat. informasi selengkapnya silahkan klik: Pengobatan Kista Tanpa Operasi

baca obatnya disini: QnC Jelly Gamat

Kista Ovarium pada Ibu Hamil

You May Also Like

About the Author: PakarKista.com

adalah situs kesehatan dan pengobatan alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *