Jenis Cacing Yang Bisa Hidup di Tubuh Manusia

Jenis Cacing Yang Bisa Hidup di Tubuh Manusia – Siapapun mungkin akan merasa geli ketika berurusan dengan cacing. cacing merupakan hewan melata yang biasanya hidup di dalam tanah. namun tahukah anda? ternyata ada beberapa jenis cacing yang bisa hidup di dalam tubuh manusia.

Jenis Cacing Yang Bisa Hidup di Tubuh Manusia

Cacing yang hidup di dalam tubuh manusia dikenal dengan istilah cacing parasit, yang mana cacing parasit ini sangat merugikan tubuh kita. beberapa spesies cacing yang hidup di dalam tubuh manusia dapat menimbulkan gejala mulai dari yang ringan atau tidak bergejala hingga cukup parah bahkan kematian.

Ada beberapa jenis cacing yang bisa masuk dan hidup di dalam tubuh manusia tanpa disadari. jenis-jenis cacing ini termasuk telur atau larva cacing, karena keduanya dapat menimbulkan penyakit.

Cacing Kremi

Cacing kremi merupakan infeksi cacing yang paling umum terjadi. cacing ini memiliki ciri berwarna putih, bulat dan panjang kurang dari setengah inci.

Cacing kremi dapat hidup di usus besar dan rektum manusia. mereka biasanya menyebabkan gatal ketika cacing betina merayap keluar untuk meletakan telurnya di sekitar anus pada malam hari. selain itu, infeksi cacing kremi juga dapat menular melalui kontak langsung dengan kotoran atau permukaan pakaian yang tercemar telur cacing tersebut.

Kalangan yang biasanya berisiko besar terkena infeksi cacing kremi adalah anak-anak sekolah dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Cacing Pita

Cacing pita memiliki pengait dan penghisap yang menempel pada usus. cacing ini juga dapat tumbuh hingga mencapai 20 kaki.

Cacing pita dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging babi atau daging sapi yang kurang matang yang mana di dalamnya terdapat larva cacing pita.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit melaporkan bahwa cacing pita usus sangat umum terjadi di negara-negara selain di AS.

Jika cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia, mereka bisa menghasilkan ribuan telur yang sangat merugikan tubuh.

Telur Cacing Pita

Seekor cacing pita babi bisa menyebarkan sekitar 50.000 telur melalui kotoran manusia. telur cacing pita yang masuk ke dalam tubuh bisa menjadi larva di dalam tubuh manusia.

Mereka dapat menyerang otot dan otak, membentuk kista di otak yang dapat menyebabkan kejang, stroke hingga kematian.

Di negara maju termasuk di AS setidaknya 1.000 orang dirawat di rumah sakit setiap tahun karena kista akibat cacing pita yang tumbuh di otak, menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention).

Cacing Gelang dari Daging yang Kurang Matang

Daging babi, unggas dan daging liar yang kurang matang dapat menjadi tempat larva cacing gelang kecil yang disebut Trichinella.

Mereka dapat tumbuh menjadi cacing di usus sebesar 0,10 inci, yang kemudian menggeliat melalui aliran darah untuk mengakses otot.

Infeksi cacing ini terkadang tidak menimbulkan gejala apapun namun tetap bisa sangat fatal.

Cacing Gelang dari Anjing dan Kucing

Seseorang dapat terinfeksi cacing ini akibat tidak sengaja menelan telur dari tanah yang tercemar tinja kucing atau anjing.

Tanah di Taman bermain atau atau kotak pasir biasanya menyimpan telur cacing ini, sehingga anak-anak lebih berisiko lebih tinggi karena kebiasaan mereka dalam bermain dan menjaga kebersihan.

Larva cacing dapat menembus usus untuk memasuki aliran darah, sehingga berpotensi mempengaruhi organ vital, otot dan mata.

Menurut CDC, setidaknya ada 70 orang buta setiap tahun dan sebagian besar kerusakan mata terjadi setelah larva cacing sudah mati.

Meski kasus serius akibat cacing jarang terjadi, namun pencegahan dan penanganan lebih awal dapat membantu menghindari bahaya yang bisa terjadi akibat cacing yang hidup di dalam tubuh.

Anda bisa mengkonsumsi obat propolis brazil untuk tindakan pencegahan sekaligus mengatasi cacing yang mungkin tidak anda sadari selama ini. informasi selengkapnya silahkan klik: Obat Propolis Brazil

Jenis Cacing Yang Bisa Hidup di Tubuh Manusia

You May Also Like

About the Author: PakarKista.com

adalah situs kesehatan dan pengobatan alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *